Selasa, 14 Maret 2017

tugas ut

1.      Lingkungan seringkali dinyatakan sebagai aspek yang paling berpotensi untuk menyebabkan kerugian bagi organisasi, karena lingkungan sangat berpengaruh dalam keberlangsungan organisasi tersebut dalam melaksanakan kegiatannya. Bila lingkungan kondusif dan mendukung organisasi, tentu akan mengarah pada kelancaran kegiatan organisasi tersebut. Sebaliknya jika lingkungan organisasi tersebut kacau dan banyak konflik atau masalah lain sebagainya, maka dampaknya akan menghambat kegiatan organisasi tersebut.

2.      Hubungan antara prinsip ketergantungan (contingency) dengan kenyataan, bahwa organisasi memiliki ketergantungan terhadap kondisi lingkungannya, yaitu : Karena kondisi lingkungan mempengaruhi organisasi. Dalam hubungan organisasi dengan lingkungan, jelas bahwa organisasi mengambil input dari lingkungannya. Melakukan transformasi,  yaitu : mengubah input menjadi output, dan mengeluarkan output kepada lingkungan di luar organisasi. Organisasi memiliki ketergantungan ganda terhadap lingkungannya, yaitu :
1. organisasi harus menemukan semua sumber yang dibutuhkan organisasi
2.  Lingkungan juga sebagai tempat untuk melemparkan seluruh produk atau output organisasi.
Prinsip ketergantungan organisasi terhadap lingkungannya memaksa organisasi untuk berusaha menguasai  dan menstabilkan lingkungannya, yaitu usaha untuk mencapai posisi tertentu, dimana organisasi dapat mencapai transaksi timbal balik yang harmonis dengan lingkungannya.

3.      Karakteristik pendekatan teori organisasi klasik, yaitu :
1. Membahas pengaturan cara bekerja, khususnya bagi pekerja pelaksana, seperti : tukang – tukang dan operator mesin.
2. Merumuskan cara (gerakan) kerja baku yang paling efisien, berdasarkan pemikiran :
a.    setiap jenis pekerjaan dapat dianalisis secara ilmiah (scientific),
b.    Cara atau metode kerja baku ini belum tentu sesuai dengan keinginan pekerja, tetapi   pekerja bisa dirangsang dengan imbalan financial agar bersedia menjalankannya.
Karakteristik pendekatan teori neoklasik, yaitu :
Pendekatan neoklasik disebut juga pendekatan human relations karena : perhatiannya bertumpu pada aspek hubungan antarmanusia dalam organisasi. Prinsip pendekatan neoklasik :
1.      Organisasi adalah suatu sistem sosial dimana hubungan antara anggotanya merupakan interaksi sosial.
2.      Interaksi sosial ini menyebabkan munculnya kelompok non formal organisasi, yang memiliki norma tersendiri yang berlaku dan merupakan pegangan bagi seluruh anggota kelompok. Norma ini berpengaruh terhadap sikap maupun prestasi para anggota kelompoknya.
3.      Interaksi sosial antara anggota organisasi bisa dan perlu diarahkan agar pengaruhnya bersifat positif bagi individu maupun kelompok. Oleh karena itu, diperlukan saluran komunikasi yang efektif untuk mengarahkan interaksi sosial tersebut, sebab kelompok – kelompok non formal bisa saja mempunyai tujuan yang berbeda dari kepentingan.
Karakteristik pendekatan teori organisasi modern, yaitu :
1.      Pendekatan modern memandang organisasi, sebagai : suatu sistem terbuka, yang berarti : organisasi merupakan bagian dari lingkungannya.
2.      Keterbukaan dan ketergantungan organisasi terhadap lingkungannya menyebabkan bentuk organisasi perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan, dimana organisasi berada, yang berarti : tidak ada bentuk organisasi ideal yang berlaku secara umum disembarang tempat atau kondisi.

4.      Arti ukuran set organisasi yang besar bagi sebuah organisasi, yaitu sangat membutuhkan set organisasi yang besar karena memiliki beberapa ataukumpulan organisasi yang besar. Yang dengan mudah sebuah organisasi, mendapatkan apa yang ia dibutuhkan dalam organisasinya dengan organisasi lain yang juga memerlukan apa yang dibutuhkan organisasi lain itu, didalam organisasi masing – masing.


5.      Apabila sebuah organisasi dengan diferensiasi yang tinggi tidak disertai dengan tingkat integrasi yang memadai organisasi tersebut akan : kacau, berantakan, hancur, karena tidak diatasi dengan cara integrasi. Yang menjadikan organisasi dengan diferensiasi yang tinggi itu, mudah dan cepat : kacau, berantakan, dan hancur. Integrator ( orang yang mengintegrasi) dibutuhkan dalam diferensiasi organisasi, apalagi diferensiasi organisasinya tinggi. Integrator dibutuhkan karena berfungsi sebagai : penanggungjawab pertukaran informasi antar bagian untuk menciptakan kerjasama, serta koordinasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar