1.
Lingkungan seringkali dinyatakan sebagai aspek yang paling berpotensi untuk
menyebabkan kerugian bagi organisasi, karena lingkungan sangat berpengaruh
dalam keberlangsungan organisasi tersebut dalam melaksanakan kegiatannya. Bila lingkungan
kondusif dan mendukung organisasi, tentu akan mengarah pada kelancaran kegiatan
organisasi tersebut. Sebaliknya jika lingkungan organisasi tersebut kacau dan banyak
konflik atau masalah lain sebagainya, maka dampaknya akan menghambat kegiatan
organisasi tersebut.
2. Hubungan antara prinsip ketergantungan
(contingency) dengan kenyataan, bahwa organisasi memiliki ketergantungan
terhadap kondisi lingkungannya, yaitu : Karena kondisi lingkungan
mempengaruhi organisasi. Dalam hubungan organisasi dengan lingkungan, jelas
bahwa organisasi mengambil input dari lingkungannya. Melakukan
transformasi, yaitu : mengubah input menjadi output, dan
mengeluarkan output kepada lingkungan di luar organisasi. Organisasi memiliki
ketergantungan ganda terhadap lingkungannya, yaitu :
1. organisasi harus menemukan semua sumber yang dibutuhkan organisasi
2. Lingkungan juga sebagai tempat untuk melemparkan seluruh
produk atau output organisasi.
Prinsip ketergantungan organisasi terhadap lingkungannya memaksa
organisasi untuk berusaha menguasai dan menstabilkan lingkungannya,
yaitu usaha untuk mencapai posisi tertentu, dimana organisasi dapat mencapai
transaksi timbal balik yang harmonis dengan lingkungannya.
3. Karakteristik pendekatan teori
organisasi klasik, yaitu :
1. Membahas pengaturan cara bekerja, khususnya bagi pekerja pelaksana, seperti : tukang – tukang
dan operator mesin.
2. Merumuskan cara (gerakan) kerja baku yang paling efisien, berdasarkan
pemikiran :
a. setiap jenis pekerjaan dapat dianalisis
secara ilmiah (scientific),
b. Cara atau metode kerja baku
ini belum tentu sesuai dengan keinginan pekerja, tetapi pekerja bisa dirangsang dengan imbalan financial
agar bersedia menjalankannya.
Karakteristik pendekatan teori neoklasik, yaitu :
Pendekatan neoklasik disebut juga pendekatan human relations karena : perhatiannya
bertumpu pada aspek hubungan antarmanusia dalam organisasi. Prinsip pendekatan neoklasik
:
1. Organisasi adalah suatu sistem sosial
dimana hubungan antara anggotanya merupakan interaksi sosial.
2. Interaksi sosial ini menyebabkan
munculnya kelompok non formal organisasi, yang memiliki norma tersendiri yang
berlaku dan merupakan pegangan bagi seluruh anggota kelompok. Norma ini
berpengaruh terhadap sikap maupun prestasi para anggota kelompoknya.
3. Interaksi sosial antara anggota
organisasi bisa dan perlu diarahkan agar pengaruhnya bersifat positif bagi
individu maupun kelompok. Oleh karena itu, diperlukan saluran komunikasi yang
efektif untuk mengarahkan interaksi sosial tersebut, sebab kelompok – kelompok
non formal bisa saja mempunyai tujuan yang berbeda dari kepentingan.
Karakteristik pendekatan teori organisasi modern, yaitu :
1. Pendekatan modern memandang organisasi,
sebagai : suatu sistem terbuka, yang berarti : organisasi merupakan
bagian dari lingkungannya.
2. Keterbukaan dan ketergantungan
organisasi terhadap lingkungannya menyebabkan bentuk organisasi perlu
disesuaikan dengan kondisi lingkungan, dimana organisasi berada,
yang berarti : tidak ada bentuk organisasi ideal yang berlaku secara
umum disembarang tempat atau kondisi.
4. Arti ukuran set organisasi yang besar
bagi sebuah organisasi, yaitu sangat membutuhkan set organisasi yang besar
karena memiliki beberapa ataukumpulan organisasi yang besar.
Yang dengan mudah sebuah organisasi, mendapatkan apa yang ia dibutuhkan dalam organisasinya
dengan organisasi lain yang juga memerlukan apa yang dibutuhkan organisasi lain
itu, didalam organisasi masing – masing.
5. Apabila sebuah organisasi dengan
diferensiasi yang tinggi tidak disertai dengan tingkat integrasi yang memadai organisasi
tersebut akan : kacau, berantakan, hancur, karena tidak diatasi dengan cara
integrasi. Yang menjadikan organisasi dengan diferensiasi yang tinggi itu,
mudah dan cepat : kacau, berantakan, dan hancur. Integrator ( orang yang
mengintegrasi) dibutuhkan dalam diferensiasi organisasi, apalagi diferensiasi
organisasinya tinggi. Integrator dibutuhkan karena berfungsi sebagai :
penanggungjawab pertukaran informasi antar bagian untuk menciptakan kerjasama,
serta koordinasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar