Senin, 27 Maret 2017

TUGAS 2
MAHASISWA DIHARAPKAN MEMBACA BAHAN AJAR EKMA4157, Untuk Dapat lebih Memahami Tugas 2 ini karena berkaitan.
Berikut Tugas 2 yang harus diselesaikan Oleh mahasiswa :
1.     Berikan contoh dari Penjelasan empat bidang sasaran ( pendekatan bidang sasaran) ?
2.     Sebutkan dan jelaskan 4 alasan terjadinya kemunduran Organiasi menurut Whetten ?
3.     Jelaskan hubungan antara kompleksitas organisasi dengan diferensiasi?

Jawaban:
1.      Pendekatan bidang sasaran :
a.       Efisiensi internal : menunjukan efektifitas organisasi dengan menggunakan berbagai macam sumber yang dimilikinya. Bidang sasaran ini identik dengan pengukuran efektifitas organisasi melalui efisiensi internal. Salah satu ukuran yang digunakan adalah perbandingan nilai output terhadap nilai input. Bidang kegiatan ini memberikan perhatian terhadap efisiensi kegiatan yang dilakukan di dalam organisasi sehingga sangat memperhatikan besarnya nilai input, transformasi maupun output.
b.      Efisiensi eksternal : menggambarkan kemampuan organisasi dalam mendapatkan semua jenis sumber yang diperlukan. Bidang sasaran ini identik dengan pengukuran efektifitas organisasi melalui pendekatan sumber, yaitu dengan memberikan perhatian terhadap kemampuan organisasi dalam membina hubungan baik dengan elemen-elemen lingkungannya. Kemampuan mendapatkan sumber, seperti bahan baku, besarnya pasar yang dikuasai (market-share), merupakan contoh dari ukuran yang digunakan dalam bidang sasaran ini.
c.       Efektifitas internal : menunjukan besarnya hasil kerja para personil dalam organisasi sehingga bidang sasaran ini bisa dianggap identik dengan pengukuran efektifitas organisasi menurut pendekatan proses. Ukuran-ukuran yang digunakan pada umumnya memperhatikan kepuasan dan motivasi karyawan, seperti iklim kerja, hubungan interpersonal, dan sebagainya.
d.      Efektifitas eksternal : menggambarkan kemampuan organisasi untuk memberikan rasa puas kepada setiap elemen constituency sehingga bidang sasaran ini identik dengan pengukuran efektifitas organisasi melalui pendekatan constituency. Efektifitas eksternal menyangkut hubungan organisasi dengan keseluruhan elemen dari lingkungannya. Organisasi perlu membina hubungan baik dan mengusahakan munculnya rasa puas pada setiap elemen  contituency yang terdapat diluar organisasi. Oleh karena itu, ukuran yang digunakan umumnya menyangkut kepuasan dari pihak luar, seperti kepuasan konsumen, kepuasan leveransir (pemasok) dan pihak luar lainya. Penjelasan yang telah diberikan menunjukan bahwa pendekatan bidang sasaran ini merupakan suatu cara pengukuran efektifitas organisasi yang mencoba menggabungkan beberapa jenis pendekatan sebelumnya.

2.      Terjadinya kemunduran organisasi menurut whetten :
a.       Atropi organisasi : atropi terjadi apabila organisasi sudah tua. Organisasi yang sudah berusia lanjut akan mengalami penurunan efisiensi dan juga organisasi akan “kehilangan otot”. Organisasi sudah terlalu biasa mengalami sukses sehingga tidak penah lagi harus bertarung dan akhirnya kehilangan ketajamannya.
b.      Vulnerability : organisasi tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk memanfaatkan lingkungan. Hal ini terjadi karena ukuran organisasi terlalu kecil atau organisasi belum beridir cukup mantap sehingga mudah terganggu oleh perubahan lingkungan (misalnya perubahan selera konsumen, persaingan tidak sehat dan sebagainya.)
c.       Kehilangan legitimasi : organisasi juga bisa kehilangan legitimasinya karena hal-hal berikut :
a.    Produk yang dihasilkan oleh organisasi ternyata tidak dihargai masyarakat.
b.    Produk yang dihasilkan oleh organisasi ternyata bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, misalnya tidak sengaja menjual biskuit beracun atau yang membuat anak-anak sekolah muntah-muntah.
d.      Entropi lingkungan : kapasitas lingkungan berkurang, lingkungan menjadi miskin sehingga tidak mampu lagi mendukung keberadaan organisasi. Akibatnya, organisasi terpaksa mengurangi kegiatannya atau perlu menemukan ceruk pasar yang lain agar bisa bertahan hidup.


3.      Hubungan antara kompleksitas organisasi dengan diferensiasi yaitu, Kompleksitas menunjukan tingkat diferensiasi yang terjadi dalam organisasi. Semakin beragam jenis kegiatan, semakin banyak kelompok tenaga kerja yang berbeda perilakunya maka semakin tinggi kompleksitas organisasi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar