TUGAS 2
MAHASISWA DIHARAPKAN MEMBACA BAHAN AJAR EKMA4157, Untuk Dapat lebih
Memahami Tugas 2 ini karena berkaitan.
Berikut Tugas 2 yang harus diselesaikan Oleh mahasiswa :
1. Berikan contoh dari
Penjelasan empat bidang sasaran ( pendekatan bidang sasaran) ?
2. Sebutkan dan jelaskan
4 alasan terjadinya kemunduran Organiasi menurut Whetten ?
3. Jelaskan hubungan
antara kompleksitas organisasi dengan diferensiasi?
Jawaban:
1.
Pendekatan bidang sasaran :
a. Efisiensi internal : menunjukan
efektifitas organisasi dengan menggunakan berbagai macam sumber yang
dimilikinya. Bidang sasaran ini identik dengan pengukuran efektifitas
organisasi melalui efisiensi internal. Salah satu ukuran yang digunakan adalah
perbandingan nilai output terhadap nilai input. Bidang kegiatan ini memberikan
perhatian terhadap efisiensi kegiatan yang dilakukan di dalam organisasi
sehingga sangat memperhatikan besarnya nilai input, transformasi maupun output.
b. Efisiensi eksternal :
menggambarkan kemampuan organisasi dalam mendapatkan semua jenis sumber yang diperlukan.
Bidang sasaran ini identik dengan pengukuran efektifitas organisasi melalui
pendekatan sumber, yaitu dengan memberikan perhatian terhadap kemampuan
organisasi dalam membina hubungan baik dengan elemen-elemen lingkungannya. Kemampuan
mendapatkan sumber, seperti bahan baku, besarnya pasar yang dikuasai
(market-share), merupakan contoh dari ukuran yang digunakan dalam bidang
sasaran ini.
c. Efektifitas internal : menunjukan
besarnya hasil kerja para personil dalam organisasi sehingga bidang sasaran ini
bisa dianggap identik dengan pengukuran efektifitas organisasi menurut
pendekatan proses. Ukuran-ukuran yang digunakan pada umumnya memperhatikan
kepuasan dan motivasi karyawan, seperti iklim kerja, hubungan interpersonal,
dan sebagainya.
d. Efektifitas eksternal :
menggambarkan kemampuan organisasi untuk memberikan rasa puas kepada setiap
elemen constituency sehingga bidang sasaran ini identik dengan pengukuran
efektifitas organisasi melalui pendekatan constituency. Efektifitas eksternal
menyangkut hubungan organisasi dengan keseluruhan elemen dari lingkungannya. Organisasi
perlu membina hubungan baik dan mengusahakan munculnya rasa puas pada setiap
elemen contituency yang terdapat diluar
organisasi. Oleh karena itu, ukuran yang digunakan umumnya menyangkut kepuasan
dari pihak luar, seperti kepuasan konsumen, kepuasan leveransir (pemasok) dan
pihak luar lainya. Penjelasan yang telah diberikan menunjukan bahwa pendekatan
bidang sasaran ini merupakan suatu cara pengukuran efektifitas organisasi yang
mencoba menggabungkan beberapa jenis pendekatan sebelumnya.
2.
Terjadinya kemunduran organisasi
menurut whetten :
a. Atropi organisasi : atropi
terjadi apabila organisasi sudah tua. Organisasi yang sudah berusia lanjut akan
mengalami penurunan efisiensi dan juga organisasi akan “kehilangan otot”. Organisasi
sudah terlalu biasa mengalami sukses sehingga tidak penah lagi harus bertarung
dan akhirnya kehilangan ketajamannya.
b. Vulnerability : organisasi tidak
memiliki kemampuan yang memadai untuk memanfaatkan lingkungan. Hal ini terjadi
karena ukuran organisasi terlalu kecil atau organisasi belum beridir cukup
mantap sehingga mudah terganggu oleh perubahan lingkungan (misalnya perubahan
selera konsumen, persaingan tidak sehat dan sebagainya.)
c. Kehilangan legitimasi : organisasi
juga bisa kehilangan legitimasinya karena hal-hal berikut :
a. Produk yang dihasilkan oleh
organisasi ternyata tidak dihargai masyarakat.
b. Produk yang dihasilkan oleh
organisasi ternyata bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat,
misalnya tidak sengaja menjual biskuit beracun atau yang membuat anak-anak
sekolah muntah-muntah.
d. Entropi lingkungan : kapasitas
lingkungan berkurang, lingkungan menjadi miskin sehingga tidak mampu lagi
mendukung keberadaan organisasi. Akibatnya, organisasi terpaksa mengurangi
kegiatannya atau perlu menemukan ceruk pasar yang lain agar bisa bertahan
hidup.
3. Hubungan
antara kompleksitas organisasi dengan diferensiasi yaitu, Kompleksitas menunjukan tingkat
diferensiasi yang terjadi dalam organisasi. Semakin beragam jenis kegiatan,
semakin banyak kelompok tenaga kerja yang berbeda perilakunya maka semakin
tinggi kompleksitas organisasi.