PROFIL DESA KRENCENG
1. KONDISI DESA
a. Sejarah Desa
Sejarah Desa Krenceng tidak terlepas dari sejarah Masyarakat yang menggabungkan diri dari Pengikut Pangeran Diponegoro pada tahun 1850 yang berada di Kabupaten Blitar. Desa ini sejak awal ...bernama Desa Krenceng dengan lurah seumur hidup yang bernama Wongso. Lurah Wongso adalah Kepala Desa yang dermawan, karena sangat terpengaruh oleh gaya kehidupan masyarakat Pengikut Pangeran Diponegoro.
Karena adanya semangat perubahan maka desa ini mengalami banyak perkembangan dengan selalu estafet tampuk kepemimpinan desa yang penuh jiwa kepahlawanan dan perjuangan. Adapun kepala desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai berikut:
Wongso ( tahun 1850 s.d 1918 ),
Sastro Utomo ( tahun 1918 s.d 1934 ),
Kromo Taruno ( tahun 1934 s.d 1945 ),
Muntahar ( tahun 1945 s.d 1956 ),
Abdul Rojak ( tahun 1956 s.d 1975 ),
Sarju ( tahun 1975 s.d 1981 ),
Sudarmadi ( tahun 1981 s.d 1992 ),
Suryadi ( tahun 1992 s.d 2007 ), dan
Musta’in ( tahun 2007 s.d sekarang)
b. Demografi
Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2010, jumlah penduduk Desa Krenceng adalah terdiri dari 711 KK, dengan jumlah total 2304 jiwa, dengan rincian 1175 laki-laki dan 1129 perempuan,
(img:1719103996882)
Dari data di atas nampak bahwa penduduk usia produktif pada usia 20-49 tahun Desa Krenceng sekitar 912 atau hamper 39 %. Hal ini merupakan modal berharga bagi pengadaan tenaga produktif dan SDM.
Tingkat kemiskinan di Desa Krenceng termasuk tinggi. Dari jumlah 711 KK di atas, sejumlah 53 KK tercatat sebagai Pra Sejahtera, 111 KK tercatat Keluarga Sejahtera I, 177 KK tercatat Keluarga Sejahtera II; 183 KK tercatat Keluarga Sejahtera III; 187 KK sebagai sejahtera III plus. Jika KK golongan Pra-sejahtera dan KK golongan I digolongkan sebagai KK golongan miskin, maka lebih 50 % KK Desa Krenceng adalah keluarga miskin.
Secara geografis Desa Krenceng terletak pada posisi 7°21'-7°31' Lintang Selatan dan 110°10'-111°40' Bujur Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa daratan sedang yaitu sekitar 167 m di atas permukaan air laut. Berdasarkan data BPS kabupaten Blitar tahun 2010, selama tahun 2010 curah hujan di Desa Krenceng rata-rata mencapai 2.400 mm. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Desember hingga mencapai 405,04 mm yang merupakan curah hujan tertinggi selama kurun waktu 2010-2011.
Secara administratif, Desa Krenceng terletak di wilayah Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga. Di sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar Di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Kemloko Di sisi Selatan berbatasan dengan Desa Bangsri Kecamatan Nglegok sedangkan di sisi timur berbatasan dengan Desa Jiwut Kecamatan Nglegok Jarak tempuh Desa Krenceng ke ibu kota Kecamatan adalah 3 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 0.25 jam. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota Kabupaten adalah 7 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 0,5 jam.
c. Pendidikan
Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat SDM (Sumber Daya Manusia) yang dapat berpengaruh dalam jangka panjang pada peningkatan perekonomian. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan masyarakat yang pada gilirannya akan mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan dan lapangan kerja baru, sehingga akan membantu program pemerintah dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan. Prosentase tinggkat pendidikan Desa Krenceng dapat dilihat pada Tabel 5.
(img:1719107316965)
Dari data pada table di atas menunjukan bahwa mayoritas penduduk Desa Krenceng hanya mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan wajib belajar sembilan tahun (SD dan SMP). Dalam hal kesediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadahi dan mumpuni, keadaan ini merupakan tantangan tersendiri.
Rendahnya kualitas tingkat pendidikan di Desa Krenceng tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. Sarana pendidikan di Desa Krenceng baru tersedia di tingkat pendidikan dasar 9 tahun (SD dan MI), sementara untuk pendidikan tingkat menengah dan atas berada di tempat lain dalam satu kecamatan yang tidak jauh.
Sebenarnya ada solusi yang bisa menjadi alternatif bagi persoalan rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Krenceng yaitu melalui pelatihan dan kursus. Namun sarana atau lembaga ini ternyata juga belum tersedia dengan baik di Desa Krenceng Bahkan beberapa lembaga bimbingan belajar dan pelatihan yang pernah ada tidak bisa berkembang.
d. Kesehatan
Masalah pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga masyarakat dan merupakan hal yang penting bagi peningkatan kualitas masyarakat kedepan. Masyarakat yang produktif harus didukung oleh kondisi kesehatan. Salah satu cara untuk mengukur tingkat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang terserang penyakit. Dari data yang ada menunjukkan adanya jumlah masyarakat yang terserang penyakit relatif tinggi. Adapun penyakit yang sering diderita antara lain infeksi pernapasan akut bagian atas, malaria, penyakit sistem otot dan jaringan pengikat. Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan kesehatan yang sering dialami penduduk adalah penyakit yang bersifat cukup berat dan memiliki durasi lama bagi kesembuhannya, yang diantaranya disebabkan perubahan cuaca serta kondisi lingkungan yang kurang sehat. Ini tentu mengurangi daya produktifitas masyarakat Desa Krenceng secara umum.
Sedangkan data orang cacat mental dan fisik juga cukup tinggi jumlahnya. Tercatat penderita bibir sumbing berjumlah 1 orang, tuna wicara 1 orang, tuna rungu 1 orang, tuna netra 0 orang, dan lumpuh 0 orang. Data ini menunjukkan masih adanya kekurangan kualitas hidup sehat di Desa Krenceng
Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah terkait keikutsertaan masyarakat dalam KB. Terkait hal ini peserta KB aktif tahun 2010 di Desa Krenceng berjumlah 267 pasangan usia subur. Sedangkan jumlah bayi yang diimunisasikan dengan :
(img:1719108757001)
Polio dan DPT-1 berjumlah 246 bayi. Tingkat partisipasi demikian ini relatif tinggi walaupun masih bisa dimaksimalkan mengingat cukup tersedianya fasilitas kesehatan berupa sebuah Puskesmas, dan Polindes di Desa Krenceng Maka wajar jika ketersediaan fasilitas kesehatan yang relatif lengka ini berdampak pada kualitas kelahiran bagi bayi lahir. Dari 24 kasus bayi lahir pada tahun 2009, hanya 1 bayi yang tidak tertolong.
Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah kualitas balita. Dalam hal ini, dari jumlah 190 balita di tahun 2010, masih terdapat 3 balita bergizi buruk, 3 balita bergizi kurang dan lainnya sedang dan baik. Hal inilah kiranya yang perlu ditingkatkan perhatiannya agar kualitas balita Desa Krenceng ke depan lebih baik.
e. Keadaan Sosial
Dengan adanya perubahan dinamika politik dan sistem politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis. Dalam konteks politik lokal Desa Krenceng hal ini tergambar dalam pemilihan kepala desa dan pemilihan-pemilihan lain (pilleg, pilpres, pemillukada, dan pimilugub) yang juga melibatkan warga masyarakat desa secara umum.
Khusus untuk pemilihan Kepala Desa Krenceng sebagaimana tradisi kepala desa di Jawa, biasanya para peserta (kandidat) nya adalah mereka yang secara trah memiliki hubungan dengan elit kepala desa yang lama. Hal ini tidak terlepas dari anggapan masyarakat banyak di desa-desa bahwa jabatan kepala desa adalah jabatan garis tangan keluarga-keluarga tersebut. Fenomena inilah yang biasa disebut pulung –dalam tradisi Jawa- bagi keluarga-keluarga tersebut.
Jabatan kepala desa merupakan jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan kepada anak cucu. Mereka dipilh karena kecerdasan, etos kerja, kejujuran dan kedekatannya dengan warga desa. Kepala desa bisa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika ia melanggar peraturan maupun norma-norma yang berlaku. Begitu pula ia bisa diganti jika ia berhalangan tetap.
Karena demikian, maka setiap orang yang memiliki dan memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan dalam perundangan dan peraturan yang berlaku, bisa mengajukan diri untuk mendaftar menjadi kandidat kepala desa. Fenomena ini juga terjadi pada pemilihan Kepala Desa pada tahun 2007. Pada pilihan kepala desa ini partisipasi masyarakat sangat tinggi, yakni hampir 97%. Tercatat ada tiga kandidat kepala desa pada waktu itu yang mengikuti pemilihan kepala desa. Pilihan kepala Desa bagi warga masyarakat Desa Krenceng seperti acara perayaan desa.
Pada tahun 2009 masyarakat juga dilibatkan dalam pemilihan umum Anggota Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara langsung. Adapun partisipasinya cukup baik dari pada pilihan Kepala Desa, namun hampir 85% daftar pemilih tetap, memberikan hak pilihnya. Ini adalah progres demokrasi yang cukup signifikan di Desa Krenceng.
Setelah proses-proses politik selesai, situasi desa kembali berjalan normal. Hiruk pikuk warga dalam pesta demokrasi desa berakhir dengan kembalinya kehidupan sebagaimana awal mulanya. Masyarakat tidak terus menerus terjebak dalam sekat-sekat kelompok pilihannya. Hal ini ditandai dengan kehidupan yang penuh tolong menolong maupun gotong royong.
Walaupun pola kepemimpinan ada di Kepala Desa namun mekanisme pengambilan keputusan selalu ada pelibatan masyarakat baik lewat lembaga resmi desa seperti Badan Perwakilan Desa maupun lewat masyarakat langsung. Dengan demikian terlihat bahwa pola kepemimpinan di Wilayah Desa Krenceng mengedepankan pola kepemimpinan yang demokratis.
Berdasarkan deskripsi beberapa fakta di atas, dapat dipahami bahwa Desa Krenceng mempunyai dinamika politik lokal yang bagus. Hal ini terlihat baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan kepemimpinan, sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan sistem politik demokratis ke dalam kehidupan politik lokal. Tetapi terhadap minat politik daerah dan nasional terlihat masih kurang antusias. Hal ini dapat dimengerti dikarenakan dinamika politik nasional dalam kehidupan keseharian masyarakat Desa Krenceng kurang mempunyai greget, terutama yang berkaitan dengan permasalahan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara langsung.
Berkaitan dengan letaknya yang berada diperbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah suasana budaya masyarakat Jawa sangat terasa di Desa Krenceng Dalam hal kegiatan agama Islam misalnya, suasananya sangat dipengaruhi oleh aspek budaya dan sosial Jawa. Hal ini tergambar dari dipakainya kalender Jawa/ Islam, masih adanya budaya nyadran, slametan, tahlilan, mithoni, dan lainnya, yang semuanya merefleksikan sisi-sisi akulturasi budaya Islam dan Jawa.
Dengan semakin terbukanya masyarakat terhadap arus informasi, hal-hal lama ini mulai mendapat respon dan tafsir balik dari masyarakat. Hal ini menandai babak baru dinamika sosial dan budaya, sekaligus tantangan baru bersama masyarakat Desa Krenceng Dalam rangka merespon tradisi lama ini telah mewabah dan menjamur kelembagaan sosial, politik, agama, dan budaya di Desa Krenceng Tentunya hal ini membutuhkan kearifan tersendiri, sebab walaupun secara budaya berlembaga dan berorganisasi adalah baik tetapi secara sosiologis ia akan beresiko menghadirkan kerawanan dan konflik sosial.
Dalam catatan sejarah, selama ini belum pernah terjadi bencana alam dan sosial yang cukup berarti di Desa Krenceng Isu-isu terkait tema ini, seperti kemiskinan dan bencana alam, tidak sampai pada titik kronis yang membahayakan masyarakat dan sosial.
f. Keadaan Ekonomi
Tingkat pendapatan rata-rata penduduk Desa Krenceng Rp. ........... Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Krenceng dapat teridentifikasi ke dalam beberapa sektor yaitu pertanian, jasa/perdagangan, industri dan lain-lain. Berdasarkan data yang ada, masyarakat yang bekerja di sektor pertanian berjumlah 446 orang, yang bekerja disektor jasa berjumlah 57 orang, yang bekerja di sektor industri 52 orang, dan bekerja di sektor lain-lain. 0 orang. Dengan demikian jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian berjumlah 556 orang. Berikut ini adalah tabel jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian.
(img:1719112357091)
Dengan melihat data di atas maka angka pengangguran di Desa Krenceng masih cukup rendah. Berdasarkan data lain dinyatakan bahwa jumlah penduduk usia 20-55 yang belum bekerja berjumlah 425 orang dari jumlah angkatan kerja sekitar 139 orang. Angka-angka inilah yang merupakan kisaran angka pengangguran di Desa Krenceng.
2. KONDISI PEMERINTAHAN DESA
a. Pembagian Wilayah Desa
Wilayah Desa Krenceng terdiri dari 1 Dusun Krajan yaitu : Dusun Desa Krenceng, yang dipimpin oleh seorang Kepala Dusun. Posisi Kasun menjadi sangat strategis seiring banyaknya limpahan tugas desa kepada aparat ini. Dalam rangka memaksimalkan fungsi pelayanan terhadap masyarakat di Desa Krenceng dari dusun tersebut terbagi menjadi 3 Rukun Warga (RW) dan 10 Rukun Tetangga (RT).
b. Struktur Organisasi Pemerintah Desa
Keberadaan Rukun Tetangga (RT) sebagai bagian dari satuan wilayah pemerintahan Desa Krenceng memiliki fungsi yang sangat berarti terhadap pelayanan kepentingan masyarakat wilayah tersebut, terutama terkait hubungannya dengan pemerintahan pada level di atasnya. Dari kumpulan Rukun Tetangga inilah sebuah Padukuhan (Rukun Warga; RW) terbentuk.
Sebagai sebuah desa, sudah tentu struktur kepemimpinan Desa Krenceng tidak bisa lepas dari strukur administratif pemerintahan pada level di atasnya. Hal ini dapat dilihat dalam bagan berikut ini:
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa Krenceng
(img:1719116037183)
Nama Pejabat Pemerintah Desa Krenceng
(img:1719118797252)
Nama Badan Permusyawaratan Desa Krenceng
(img:1719121437318)
Nama-nama LPMD Desa Krenceng
(img:1719123877379)
Pengurus Karangtaruna Desa Krenceng
(img:1719127237463)
Tim Penggerak PKK Desa Krenceng
(img:1719129877529)
Secara umum pelayanan pemerintahan Desa Krenceng kepada masyarakat cukup memuaskan dan kelembagaan yang ada berjalan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.
Ditulis Oleh:
* Bpk Zabidi
* Boecah Connect
* Pak Kacunk
Jumat, 20 November 2015
TUGAS 1
Anda sudah mempelajari
materi Pendidikan Agama Islam baik melalui BMP (modul 1, 2 dan 3) maupun Tuton
(inisiasi 1, 2 dan 3) Coba Anda jelaskan fenomena aktualisasi nilai-nilai
demokrasi dan HAM dilihat dari konsep demokrasi dan HAM menurut ajaran Islam!
Rambu-rambu: Ekspose
aib (kesalahan) seseorang melalui media. Selamat bekerja!
JAWABAN :
A. Fenomena
aktualisasi nilai nilai demokrasi dilihat dari ajaran islam ;
Islam sebagai
agama rahmatan lil alamin, dalam konteks berbangsa dan bernegara,
tujuan pokoknya tidak lain adalah menyelenggarakan kebaikan dan mencegah
keburukan dengan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai dasar kemanusiaan.
Nilai- nilai demokrasi
yang bisa digali dari sumber islam yang konpantibel dengan nilai-nilai
demokrasi seperti dikemukakan oleh Huwaydi dan Muhammad Dhiya al-din
Rais adalah;
1. Keadilan dan
musyawarah
Keadilan berarti
kesejahtraan umum, musyawarah ialah hasil dari kesepakatan bersama. Maka dari
musyawarah akan tercipta rasa keadilan.
Keadilan merupakan
sunnatullah dimana allah menciptakan alam semesta ini dengan prinsip keadilan
dan keseimbangan.
2. Kekuasaan dipegang
oleh rakyat
Dimana kekuasaan
sepenuhnya di pegang penuh oleh rakyat
Kedaulatan rakyat
mengandung arti, bahwa yang terbaik dalam masyarakat ialah yang dianggap baik
oleh semua orang yang merupakan rakyat. Pengertian kedaulatan itu sendiri
adalah kekuasaan yang tertinggi untuk membuat undang-undang dan melaksanakannya
dengan semua cara yang tersedia. Oleh karena itu, kedaulatan rakyat membawa
konsekuensi, bahwa rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam kehidupan bermasyarakat
dan bernegara.
3. Kebebasan adalah
hak penuh bagi semua warga negara
Yaitu kebebasan
berekspresi , kebebasan berpikir dan menyatakan pendapat, kebebasan beragama,
kebebasan bermusyawarah, kebebasan berpindah tempat.
4. Persamaan di antara
sesama manusia khususnya persamaan di depan hukum
Manusia dalam islam
dipandang sama. Manusia dilahirkan menurut fitrahnya sesuai dengan
keputusan Allah. Dan dalam hukum manusia memiliki hak yang sama. Tidak
ada hak yang istimewa didalam hukum. Tidak ada diskriminasi dalam hukum. Semua
orang harus diberlakukan sama atas dasar kebenaran bukan atas dasar suka atau
benci, kaya atau miskin; kekuasaan atau perbudakan. Seorang hakim harus memperlakukan
sama semua orang tan[pa memandang agama, ras, kelompok, keluarga, dll.oleh
karena itu semua manusia berhak atas keadilan tanpa memandang apapun.dinyatajan
dalam QS. AL_Maaidah:8.
5. Keadilan untuk
kelompok minoritas
kelompok minoritas
adalah pengakuan atas martabat dan persamaan dari setiap individu, yang
meningkatkan pembangunan partisipatoris, dan karena itu memberikan sumbangan
untuk mengurangi ketegangan antara kelompok-kelompok dan individu-invidivu dan
ini merupakan faktor utama yang menentukan stabilitas dan perdamaian.
6. Undang undang
diatas segalanya
Segala perbuatan,
hukum, hak dan kewajiban diatur oleh undang undang. Undang undang disini
merupakan pedoman negara.
7. Pertanggung jawaban
penguasa kepada rakyat
Dalam hal ini, Islam memiliki
pandangan berbeda dengan demokrasi. Rasulullah saw. banyak memberikan
penjelasan bahwa rakyat dipilih dari rakyat dan oleh rakyat. Abu Bakar
ash-Shiddiq, Umar bin Khathab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan
generasi sesudahnya dipilih sebagai khalifah oleh rakyat, baik secara langsung
ataupun melalui perwakilan. Kekuasaan milik rakyat diserahkan kepadanya.
Penguasa dipilih bukan untuk menerapkan kehendak rakyat, melainkan untuk
mewujudkan kemaslahatan bagi rakyat.
Dimana Fenomena
aktualisasi nya adalah kesepakatan Piagam Madinah yang lahir dari
ruang kebebasan dan persamaan serta penghormatan hak hak azasi manusia.
B. Fenomena
aktualisasi nilai nilai Hak Azasi Manusia dilihat dari ajaran islam
Nilai
nilai universal kemanusiaan, secara tegas dinyatakan dalam pidato rasulullah
yang terkenal ketika beliau melakukan haji wada. Didepan umat
islam, beliau menyatakan; sesungguhnya darahmu, harta bendamu, dan
kehormatanmuadalah suci atas kamu seperti halnya ( hajimu) ini, dalam bulanmu (
bulan suci Dzulhijah) ini dan di negerimu ( tanah suci) ini, sampai
tibanya harimu sekalian bertemu dengan Dia (allah).
Pernyataan tersebut,
beliau ulang- ulang sampai tiga kali. Kemudian beliau angkat kepala sambil
bersabda, ya allah apakah telah aku sampaikan? Ya allah, apakah telah aku
sampaikan?.
Kemudian beliau
mengatakan : ya allah, saksikanlah maka orang yang datang hendaklah
menyampaikan kepada orang yang tidak datang. Beberapa banyak orang menyampaikan
lebih memelihara daripada orang yang mendengar, oleh sebab itu, maka janganlah
kamu menjadi kafir sepeninggalku, sebagaimana memenggal leher yang lain.
Demikianlah Fenomena
aktualisasi nilai nilai Demokrasi dan Hak azasi Manusia yang dilihat
menurut ajaran Islam.
Kamis, 05 November 2015
1. Scanning merupakan jenis membaca cepat dengan tujuan untuk menemukan informasi
khusus/tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya dalam suatu teks.
Skimming menuntut pembaca memiliki kemampuan memproses teks dengan cepat guna
memperoleh gambaran/kesan umum mengenai suatu teks, meliputi organisasi, gaya, fokus
tulisan, gagasan-gagasan utama, dan sudut pandang penulis, termasuk mengenai kaitan
teks dengan kebutuhan dan minat pembaca.
Persamaan teknik membaca skimming dan scanning
- Merupakan teknik membaca cepat
- Digunakan untuk mencari informasi secara cepat
- Pembaca fokus dengan informasi yang dicari dengan melewati atau membaca sekilas
informasi yang kurang penting
- Keduanya dilakukan ketika seseorang memilih buku bacaan yang sesuai dengan apa yang
dicari.
- Suatu teknik yang tidak terlalu banyak membuang-buang waktu mencari sesuatu yang
dinginkan dari buku, khususnya tindakan yang tidak menunjang terhadap pencarian
informasi tersebut.
Perbedaan teknik membaca skimming dan scanning
secara keseluruhan baik Skimming dan Scanning merupakan teknik membaca yang sama-
sama bermanfaat untuk mencari segala informasi dari sebuah bahan bacaan secara cepat.
Akan tetapi, perbedaan terletak dari informasi yang didapatkan dimana Skimming
menghasilkan informasi yang bersifat penggambaran umum sedangkan Scanning
menghasilkan informasi yang mendetail atau lebih spesifik.
2. Rumus KEM
KEM : K/Wm x B/SI = ... kpm
: 875/2,13 x 75/100 = 307,66 kpm
: 875/2,13 x 75/100 = 307,66 kpm
KEM : K/Wm (60) x B/SM = ... kpm
Keterangan:
KEM : Kecepatan efektif membaca
K : Jumlah kata yang dibaca, singkatan, atau bilangan
dihitung 1 (satu) kata.
Wm : Lama waktu tempuh membaca dengan satuan menit.
B : Skor atau nilai tes yang dijawab dengan benar atau
skor yang diperoleh.
SI : Skor atau nilai tes ideal atau skor maksimal.
Kpm : Kata per menit.
Keterangan:
KEM : Kecepatan efektif membaca
K : Jumlah kata yang dibaca, singkatan, atau bilangan
dihitung 1 (satu) kata.
Wm : Lama waktu tempuh membaca dengan satuan menit.
B : Skor atau nilai tes yang dijawab dengan benar atau
skor yang diperoleh.
SI : Skor atau nilai tes ideal atau skor maksimal.
Kpm : Kata per menit.
3. ciri-ciri kemampuan berpikir dan bersikap kritis
a. Kemampuan mengidentifikasi. Pada tahapan ini terdiri atas mengumpulkan dan
menyusun informasi yang diperlukan, mampu menentukan pikiran utama dari suatu teks
atau script, dan dapat menjelaskan hubungan sebab akibat dari suatu pernyataan.
b. Kemampuan mengevaluasi. Hal ini terdiri atas dapat membedakan informasi relevan
dan tidak relevan, mendeteksi penyimpangan, dan mampu mengevaluasi pernyataan-
pernyataan.
c. Kemampuan menyimpulkan. Hal ini terdiri atas mampu menunjukkan pernyataan yang
benar dan salah, mampu membedakan antara fakta dan nilai dari suatu pendapat atau
pernyataan, dan mampu merancang solusi sederhana berdasarkan naskah.
d. Kemampuan mengemukakan pendapat. Hal ini terdiri atas dapat memberikan alasan
yang logis, mampu menunjukkan fakta – fakta yang mendukung pendapatnya, dan
mampu memberikan ide-ide atau gagasan yang baik.
Jumat, 09 Oktober 2015
Desa Musai Kecamatan Lingga Kabupaten Lingga Propinsi Kepulauan Riau. Foto ini saya dapat ketika saya survey sungai Musai. Jalan papan ini menuju ke tempat penggilingan sagu, ya di Lingga ini memang terkenal kaya dengan perkebunan sagunya. Panjang jalan ini kurang lebih 2 KM. Jalan papan ini sengaja dibuat karena daerah rawa, dengan tinggi papan dari tanah kurang lebih 1,5 M. Memang kita harus hati-hati ketika melewatinya, tapi jika kita berpapasan dengan orang yang setiap hari lewat atau para pekerja penggilingan sagu, mereka bisa berjalan cepat dan jangan khawatir mereka sudah sangat terbiasa. Sekian sedikit cerita dari Kabupaten Lingga.
Wassalam...
Langganan:
Postingan (Atom)