Kamis, 30 Maret 2017

TUGAS 2 :
1.      Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk melakukan investasi !
2.      Jelaskan maksud dan tujuan diberlakukannya perdagangan bebas !
3.      Prinsip dasar koperasi Indonesia yang tertuang dalam UU No.25/1992 antara lain adalah kemandirian. Jelaskan prinsip kemandirian tersebut !

Jawaban:
1.      Secara teoritik ada 3 faktor utama yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk melakukan investasi, yaitu :
a.    Revenues (pendapatan), yaitu sejauh mana ia akan memperoleh pendapatan yang memadai dari modal yang ditanamkannya.
b.    Cost (biaya) yang terutama ditentukan oleh tingkat suku bunga dan pajak, walaupun dalam operasionalnya ditentukan juga oleh berbagai biaya lain yang ditemui di lapangan.
c.    Expectations (harapan-harapan), yaitu bagaimana harapan di masa datang dari investasinya.

2.      Perdagangan bebas adalah perdagangan yang dilaksanakan oleh seluruh negara tanpa dibatasi adanya hambatan perdagangan seperti tarif, kuota, lisensi impor dan sebagainya. Tujuan dilakukannya perdagangan bebas adalah meningkatkan pemanfaatan sumber daya yang ada, efisiensi biaya produksi dan memperoleh keuntungan koperatif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


3.      Prinsip dasar koperasi Indonesia yang tertuang dalam UU No.25/1992 antara lain adalah kemandirian, yaitu koperasi harus memiliki usaha dan akar yang kuat dalam masyarakat. Koperasi harus menjadi bagian dari masyarakat, untuk itu koperasi harus ditujukan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. 
TUGAS 2 :
1.      Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk melakukan investasi !
2.      Jelaskan maksud dan tujuan diberlakukannya perdagangan bebas !
3.      Prinsip dasar koperasi Indonesia yang tertuang dalam UU No.25/1992 antara lain adalah kemandirian. Jelaskan prinsip kemandirian tersebut !

Jawaban:
1.      Secara teoritik ada 3 faktor utama yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk melakukan investasi, yaitu :
a.    Revenues (pendapatan), yaitu sejauh mana ia akan memperoleh pendapatan yang memadai dari modal yang ditanamkannya.
b.    Cost (biaya) yang terutama ditentukan oleh tingkat suku bunga dan pajak, walaupun dalam operasionalnya ditentukan juga oleh berbagai biaya lain yang ditemui di lapangan.
c.    Expectations (harapan-harapan), yaitu bagaimana harapan di masa datang dari investasinya.

2.      Perdagangan bebas adalah perdagangan yang dilaksanakan oleh seluruh negara tanpa dibatasi adanya hambatan perdagangan seperti tarif, kuota, lisensi impor dan sebagainya. Tujuan dilakukannya perdagangan bebas adalah meningkatkan pemanfaatan sumber daya yang ada, efisiensi biaya produksi dan memperoleh keuntungan koperatif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


3.      Prinsip dasar koperasi Indonesia yang tertuang dalam UU No.25/1992 antara lain adalah kemandirian, yaitu koperasi harus memiliki usaha dan akar yang kuat dalam masyarakat. Koperasi harus menjadi bagian dari masyarakat, untuk itu koperasi harus ditujukan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. 

Selasa, 28 Maret 2017

TUGAS 2
TUGAS 2
1.      Peraturan-peraturan yang dapat dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia berdasarkan pasal 9 UUPM
2.      Perjanjian mengenai wesel dan surat sanggup meliputi apa saja
3.      Personil atau orang yang terlibat di dalam penerbitan wesel

Jawaban:
1.      Peraturan-peraturan yang dapat dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia berdasarkan pasal 9 UUPM, yaitu:
a.    Peraturan mengenai keanggotaan, pencatatan, perdagangan, kesepadanan efek, kliring dan penyelesaian transaksi bursa, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kegiatan Bursa Efek Indonesia.
b.    Peraturan mengenai tatacara peralihan efek sehubungan dengan transaksi bursa.
c.    Peraturan mengenai biaya pencatatan efek, iuran keanggotaan serta biaya transaksi berkenaan dengan jasa yang diberikan oleh Bursa Efek Indonesia

2.      Perjanjian mengenai wesel dan surat sanggup meliputi :
a.    Perjanjian untuk memakai peraturan yang sama atas surat-surat wesel dan surat sanggup.
b.    Perjanjian tentang pengaturan mengenai perselisihan-perselisihan undang-undang tertentu atas surat wesel dan surat sanggup.
c.    Perjanjian mengenai peraturan segel dari segi surat wesel dan surat sanggup.

3.      Personil atau orang yang terlibat di dalam penerbitan wesel, yaitu :
a.    Penerbit, yang di dalam bahasa belanda disebut dengan istilah trekker, dalam bahasa inggris drawer, adalah orang yang mengeluarkan surat wesel.
b.    Tersangkut, yang di dalam bahasa belanda disebut dengan istilah betrokkene, dalam bahasa inggris drawee, adalah orang yang diberi perintah tanpa syarat untuk membayar.
c.    Akseptan, yang di dalam bahasa belanda disebut dengan istilah acceptant, dalam bahasa inggris acceptor, adalah tersangkut yang telah menyetujui untuk membayar surat wesel pada hari bayar dengan memberikan tanda tangan.
d.    Pemegang pertama, yang di dalam bahasa belanda disebut dengan istilah nemer, dalam bahasa inggris holder, adalah orang yang menerima surat wesel pertama kali dari penerbit.
e.    Pengganti, yang di dalam bahasa belanda disebut dengan istilah geendosseerde, dalam bahasa inggris endorsee, adalah orang yang menerima peralihan surat wesel dari pemegang sebelumnya.
f.     Endosan, yang di dalam bahasa belanda disebut dengan istilah endosant, dalam bahasa inggris endorser, adalah orang yang telah memperalihkan surat wesel kepada pemegang berikutnya.





Senin, 27 Maret 2017

TUGAS 2
MAHASISWA DIHARAPKAN MEMBACA BAHAN AJAR EKMA4157, Untuk Dapat lebih Memahami Tugas 2 ini karena berkaitan.
Berikut Tugas 2 yang harus diselesaikan Oleh mahasiswa :
1.     Berikan contoh dari Penjelasan empat bidang sasaran ( pendekatan bidang sasaran) ?
2.     Sebutkan dan jelaskan 4 alasan terjadinya kemunduran Organiasi menurut Whetten ?
3.     Jelaskan hubungan antara kompleksitas organisasi dengan diferensiasi?

Jawaban:
1.      Pendekatan bidang sasaran :
a.       Efisiensi internal : menunjukan efektifitas organisasi dengan menggunakan berbagai macam sumber yang dimilikinya. Bidang sasaran ini identik dengan pengukuran efektifitas organisasi melalui efisiensi internal. Salah satu ukuran yang digunakan adalah perbandingan nilai output terhadap nilai input. Bidang kegiatan ini memberikan perhatian terhadap efisiensi kegiatan yang dilakukan di dalam organisasi sehingga sangat memperhatikan besarnya nilai input, transformasi maupun output.
b.      Efisiensi eksternal : menggambarkan kemampuan organisasi dalam mendapatkan semua jenis sumber yang diperlukan. Bidang sasaran ini identik dengan pengukuran efektifitas organisasi melalui pendekatan sumber, yaitu dengan memberikan perhatian terhadap kemampuan organisasi dalam membina hubungan baik dengan elemen-elemen lingkungannya. Kemampuan mendapatkan sumber, seperti bahan baku, besarnya pasar yang dikuasai (market-share), merupakan contoh dari ukuran yang digunakan dalam bidang sasaran ini.
c.       Efektifitas internal : menunjukan besarnya hasil kerja para personil dalam organisasi sehingga bidang sasaran ini bisa dianggap identik dengan pengukuran efektifitas organisasi menurut pendekatan proses. Ukuran-ukuran yang digunakan pada umumnya memperhatikan kepuasan dan motivasi karyawan, seperti iklim kerja, hubungan interpersonal, dan sebagainya.
d.      Efektifitas eksternal : menggambarkan kemampuan organisasi untuk memberikan rasa puas kepada setiap elemen constituency sehingga bidang sasaran ini identik dengan pengukuran efektifitas organisasi melalui pendekatan constituency. Efektifitas eksternal menyangkut hubungan organisasi dengan keseluruhan elemen dari lingkungannya. Organisasi perlu membina hubungan baik dan mengusahakan munculnya rasa puas pada setiap elemen  contituency yang terdapat diluar organisasi. Oleh karena itu, ukuran yang digunakan umumnya menyangkut kepuasan dari pihak luar, seperti kepuasan konsumen, kepuasan leveransir (pemasok) dan pihak luar lainya. Penjelasan yang telah diberikan menunjukan bahwa pendekatan bidang sasaran ini merupakan suatu cara pengukuran efektifitas organisasi yang mencoba menggabungkan beberapa jenis pendekatan sebelumnya.

2.      Terjadinya kemunduran organisasi menurut whetten :
a.       Atropi organisasi : atropi terjadi apabila organisasi sudah tua. Organisasi yang sudah berusia lanjut akan mengalami penurunan efisiensi dan juga organisasi akan “kehilangan otot”. Organisasi sudah terlalu biasa mengalami sukses sehingga tidak penah lagi harus bertarung dan akhirnya kehilangan ketajamannya.
b.      Vulnerability : organisasi tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk memanfaatkan lingkungan. Hal ini terjadi karena ukuran organisasi terlalu kecil atau organisasi belum beridir cukup mantap sehingga mudah terganggu oleh perubahan lingkungan (misalnya perubahan selera konsumen, persaingan tidak sehat dan sebagainya.)
c.       Kehilangan legitimasi : organisasi juga bisa kehilangan legitimasinya karena hal-hal berikut :
a.    Produk yang dihasilkan oleh organisasi ternyata tidak dihargai masyarakat.
b.    Produk yang dihasilkan oleh organisasi ternyata bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, misalnya tidak sengaja menjual biskuit beracun atau yang membuat anak-anak sekolah muntah-muntah.
d.      Entropi lingkungan : kapasitas lingkungan berkurang, lingkungan menjadi miskin sehingga tidak mampu lagi mendukung keberadaan organisasi. Akibatnya, organisasi terpaksa mengurangi kegiatannya atau perlu menemukan ceruk pasar yang lain agar bisa bertahan hidup.


3.      Hubungan antara kompleksitas organisasi dengan diferensiasi yaitu, Kompleksitas menunjukan tingkat diferensiasi yang terjadi dalam organisasi. Semakin beragam jenis kegiatan, semakin banyak kelompok tenaga kerja yang berbeda perilakunya maka semakin tinggi kompleksitas organisasi. 

Minggu, 19 Maret 2017

sistem ekonomi, krisis moneter dan subsidi

TUGAS 1
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi !
2. Sebutkan dan jelaskan penyebab internal krisis moneter yang dialami Indonesia !
3. Jelaskan mengapa pemerintah perlu mengeluarkan subsidi untuk masyarakat !
Jawaban:
1.      Sistem ekonomi adalah cara sebuah negara untuk mengatur jenis produk yang dihasilkan, menghasilkan barang itu dan bagaimana barang tersebut didistribusikan kepada masyarakat.

2.      Krisis moneter yang dialami oleh Indonesia disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah defisit transaksi berjalan Indonesia yang cenderung membesar dari tahun ke tahun, tingkat akumulasi inflasi Indonesia yang sangat tinggi dan utang luar negeri Indonesia yang terlalu banyak sehingga terjadi outflow negatif. Faktor eksternal yang mendorong terjadinya krisis moneter adalah pergerakan finansial di tiga kutub dunia (AS, Eropa dan Jepang), terdapat institusi finansial berbentuk negara dan lembaga keuangan yang memiliki otoritas yang lebih besar daripada negara berkembang dan spekulasi yang mengiringi gejolak finansial global.

3.      Subsidi bertujuan untuk memenuhi hak-hak, memberdayakan dan memberi kesempatan kepada rakyat banyak (terutama penduduk miskin) di Indonesia untuk mengembangkan diri dan ekonomi mereka. Subsidi diharapkan dapat memperkecil kesenjangan (ketimpangan) ekonomi antar golongan dalam masyarakat.


Kamis, 16 Maret 2017

TUGAS 1


Perusahaan X memproduksi sepatu olahraga bermerek Zuma yang memiliki 3 warna yaitu biru, hitam dan putih. Harga sepasang sepatu merek Zuma Rp. 20 ribu. Pada tahun Y perusahaan memproduksi sepatu olahraga bermerek Zuma sebanyak 35.000 buah (terdiri dari 15.000 buah berwarna hitam, 12.033 buah berwarna warna putih dan 7.967 buah berwarna warna biru) dengan biaya total Rp. 3.500.000. Hasil penjualan bulanan selama setahun sebagai berikut :
-       jumlah penjualan sepatu Zuma warna hitam bulan januari sampai oktober : 1200, 1225, 2000, 1250, 1220, 1280, 1245, 1255, 2045, 2280
-       jumlah penjualan sepatu Zuma warna putih : 1000, 1025, 1800, 1055, 1020, 1000, 1333, 500, 750, 350, 450, 1750
-       jumlah penjualan sepatu Zuma warna biru : 900, 730, 830, 630, 650, 835, 530, 440, 550, 630, 740, 502

Tugas mahasiswa :
1. Dari masukan data di atas, cobalah mengolahnya menjadi output data yang mudah dipahami untuk disampaikan pada pimpinan perusahaan
2. berdasarkan output data pada soal 1, keputusan apakah yang akan anda ambil jika anda sebagai seorang pimpinan perusahaan

(Sumber: Jogiyanto HM., BMP Sistem Informasi Manajemen, Modul 3, 2010)

Jawaban:
  1.  LAPORAN HASIL PENJUALAN
SEPATU OLAHRAGA “ZUMA” SELAMA SETAHUN
No
Bulan
Warna Hitam
Warna Putih
Warna biru
Total Penjualan PerBulan
Keterangan
1
Januari
1200
1000
900
3100
Warna Hitam
2
Februari
1225
1025
730
2980
Warna Hitam
3
Maret
2000
1800
830
4630
Warna Hitam
4
April
1250
1055
630
2935
Warna Hitam
5
Mei
1220
1020
650
2890
Warna Hitam
6
Juni
1280
1000
835
3115
Warna Hitam
7
Juli
1245
1333
530
3108
Warna Hitam
8
Agustus
1255
500
440
2195
Warna Hitam
9
September
2045
750
550
3345
Warna Hitam
10
Oktober
2280
350
630
3260
Warna Hitam
11
November

450
740
1190
Warna Biru
12
Desember

1750
502
2252
Warna Putih
Total
15000
12033
7967
35000
Warna Hitam

2.      Bila saya menjadi seorang pemimpin perusahaan tersebut maka saya akan :
a.       Memproduksi lebih banyak sepatu olahraga warna hitam, karena bisa kita lihat pada laporan bahwa sepatu olahraga warna hitam lebih banyak penjualannya dilihat dari bulan ke bulan, akan tetapi pada bulan oktober dikarenakan stok sudah habis sehingga penjualan hanya mampu berahir di bulan oktober dalam periode satu tahun tersebut.
b.      Meningkatkan pemasaran dengan berbagai macam cara, seperti berjualan dengan online yang sekarang ini sedang menjadi tren.
c.       Melebihkan harga jual pada sepatu olahraga warna hitam agar sepatu warna lain bisa terjual lebih banyak dan kemudian kita juga akan memproduksi sepatu olahraga warna yang lain itu lebih banyak lagi. Dengan meningkatkan pangsa pasar sehingga keuntungan tentu akan jauh lebih banyak.